Serangan hama tikus sering kali menjadi mimpi buruk terbesar bagi petani padi. Dalam semalam, sepetak sawah yang hijau bisa habis ditabrak dan dipotong tikus hingga rata dengan tanah. Selama ini, obat kimia beracun atau racun tikus mahal menjadi pilihan utama. Namun, penggunaan racun selain membakar kantong petani juga berbahaya bagi hewan peliharaan, tanah, dan lingkungan sekitar. Padahal, ada cara yang jauh lebih murah, aman, dan terbukti ampuh untuk mengendalikan tikus tanpa racun kimia sedikit pun.
Prinsip utama mengatasi tikus tanpa racun adalah memanfaatkan sifat alami tikus yang selalu berjalan menyusuri pinggiran dan menyukai tempat yang lebam serta kotor. Dengan memahami kebiasaan ini, kita bisa membuat perangkap fisik dan mengatur lingkungan sawah agar tikus tidak betah bertempat tinggal.
Membuat Pagar Plastik dan Bubu Perangkap (Sistem LTBS)
Salah satu teknik paling ampuh yang direkomendasikan para ahli pertanian adalah sistem pagar plastik dengan bubu perangkap. Cara buatnya sangat sederhana dan bahan-bahannya murah. Petani hanya perlu menyiapkan plastik bening atau terpal tipis dengan tinggi sekitar 60 sentimeter, beberapa potong bambu penyangga, serta bubu atau kotak jebakan dari kawat kassa.
Pasang pagar plastik mengelilingi pinggiran sawah atau di jalur yang sering dilalui tikus. Tancapkan bambu setiap satu meter agar plastik berdiri tegak, lalu benamkan bagian bawah plastik ke dalam tanah atau lumpur agar tikus tidak bisa menerobos dari bawah. Pada jarak tertentu, lubangi sedikit plastik dan pasang bubu kawat di sana. Karena tikus tidak bisa memanjat plastik yang licin, mereka akan berjalan menyusuri pagar tersebut hingga akhirnya masuk ke dalam lubang bubu yang sudah disiapkan. Bubu ini dirancang agar tikus bisa masuk tetapi tidak bisa keluar lagi. Dalam satu malam, puluhan tikus bisa tertangkap hidup-hidup tanpa menggunakan umpan beracun.
Menyiapkan Umpan Alami dan Pengusir Berbau Menyengat
Jika ingin membuat jebakan sederhana atau sekadar mengusir tikus keluar dari area sawah, petani bisa memanfaatkan bahan alami di sekitar tempat tinggal.
Tikus sangat tidak menyukai bau-bauan yang tajam dan menyengat. Bahan alami seperti air rendaman jengkol, tumbukan cabai rawit, atau buah mengkudu matang yang dihaluskan bisa dimanfaatkan. Semprotkan air rendaman jengkol atau cabai ke pangkal batang padi di pinggiran sawah. Bau dan rasa pedas yang tertinggal akan membuat tikus enggan menggigit tanaman padi.
Selain itu, jika ingin membuat racun alami yang membuat tikus lemas tanpa bahan kimia mahal, petani bisa menggunakan parutan singkong mentah yang dicampur air kelapa lalu direbus. Letakkan olahan ini di dekat lubang atau jalan tikus. Campuran ini aman bagi lingkungan namun berefek buruk bagi pencernaan tikus.
Merapikan Pematang dan Menjaga Kebersihan Sawah
Perangkap hebat sekalipun tidak akan berhasil jika sawah kita sendiri menyediakan sarang yang nyaman bagi tikus. Tikus sangat menyukai pematang sawah yang lebar, tinggi, dan ditumbuhi rumput liar yang tebal untuk membuat lubang beranak pinak.
Oleh karena itu, langkah awal yang sangat penting adalah membersihkan seluruh semak belukar di pematang. Buatlah pematang sawah dengan ukuran kecil dan sempit, kira-kira lebar dan tingginya kurang dari 30 sentimeter. Pematang yang kecil dan bersih dari rumput akan membuat tikus merasa takut karena mereka mudah terlihat oleh hewan pemangsa.
Mengajak Musuh Alami Tikus Kembali ke Sawah
Cara jangka panjang yang paling hemat biaya adalah memanfaatkan musuh alami tikus, terutama burung hantu. Satu ekor burung hantu sanggup menangkap dan memakan 3 hingga 5 ekor tikus setiap malamnya. Petani hanya perlu membuatkan rumah burung hantu sederhana dari kotak kayu bekas yang dipasang di atas tiang bambu tinggi di tengah atau pinggir sawah.
Jangan membunuh atau mengusir burung hantu, ular sawah yang tidak berbisa, maupun musang. Kehadiran mereka di ekosistem persawahan adalah benteng pertahanan gratis yang bekerja setiap hari menjaga padi kita dari gempuran tikus.
Dengan menggabungkan pagar perangkap plastik, pembersihan pematang, ramuan penolak alami, dan pelestarian burung hantu, serangan tikus dapat ditekan secara nyata. Modal yang dikeluarkan sangat kecil, kesehatan petani terjamin, dan panen padi pun tetap aman melimpah.