Banyak petani masih percaya bahwa sawah harus selalu tergenang air agar tanaman padi tumbuh subur. Padahal, menggenangi sawah terus-menerus justru bisa membuat akar padi "kempes" karena kekurangan oksigen, tanah menjadi terlalu lembek, dan penggunaan air menjadi sangat boros. Ada teknik pengairan yang jauh lebih hemat air namun membuat tanaman lebih kokoh, yaitu metode Pengaturan Air Berselang atau yang sering dikenal dengan istilah Alternate Wetting and Drying (AWD).
Teknik ini sangat sederhana: sawah tidak dibiarkan tergenang terus-menerus, melainkan dikeringkan dan digenangi secara bergantian sesuai tahap pertumbuhan padi.
Mengapa Metode Air Berselang Sangat Menguntungkan?
Mendorong Akar Tumbuh Lebih Dalam Saat permukaan tanah dibiarkan mengering hingga retak-retak rambut, akar padi akan berusaha "mencari" air ke lapisan tanah yang lebih dalam. Hasilnya, sistem perakaran menjadi lebih panjang, kuat, dan cengkeramannya kokoh. Padi tidak mudah rebah saat diterpa angin keno atau hujan deras.
Menghemat Air Hingga 20–30 Persen Air tidak dibuang sia-sia melalui penguapan atau resapan yang terlalu dalam. Pasokan air dapat dialihkan untuk lahan lain atau disimpan saat pasokan air irigasi berkurang di musim kemarau.
Tanah Menghirup Oksigen (Aerasi Baik) Saat air disurutkan, rongga tanah akan terisi udara. Oksigen masuk ke dalam tanah, membantu mikroorganisme baik bekerja membongkar nutrisi pupuk sehingga lebih mudah diserap oleh akar.
Mencegah Penumpukan Racun dan Gas Metana Genangan air yang abadi membuat tanah menjadi asam dan menghasilkan gas beracun (seperti asam sulfida dan metana) yang ditandai dengan bau busuk atau lumpur hitam. Pengeringan berkala membantu membuang gas-gas racun tersebut dari perakaran.
Langkah Praktis Menerapkan Pengairan Berselang
Tahap Awal (Tanam hingga 10–15 Hari Setelah Tanam) Biarkan sawah tergenang air dangkal ( sekitar 2–3 cm) untuk membantu bibit padi beradaptasi dan mencegah gulma tumbuh cepat di awal.
Tahap Pengeringan Pertama (Fase Anakan) Setelah tanaman berumur sekitar 15 hari, hentikan aliran air. Biarkan air surut secara alami hingga permukaan tanah tampak retak-retak halus (sekitar 3–5 hari, tergantung jenis tanah dan cuaca).
Penggenangan dan Pengeringan Berulang Geni kembali sawah setinggi 3–5 cm, lalu biarkan mengering kembali secara alami. Ulangi siklus basah-kering ini hingga tanaman memasuki fase bunting.
Wajib Tergenang Saat Pembentukan Bulir Saat padi mulai bunting hingga pengisian bulir (fase generatif), sawah wajib dijaga tetap tergenang air dangkal. Pada fase ini, padi sangat membutuhkan air untuk pembentukan beras yang bernas.
Pengeringan Akhir Jelang Panen Sekitar 10–14 hari sebelum panen, keringkan sawah sepenuhnya untuk mempercepat pematangan bulir secara merata dan memudahkan proses pemanenan.
Tips Sederhana Memantau Kedalaman Air
Petani bisa menggunakan pipa paralon bekas atau bambu yang dilubangi di bagian sampingnya, lalu ditancapkan ke dalam tanah sawah setinggi 15 cm di bawah permukaan. Jika air di dalam pipa sudah berada di kedalaman 15 cm dari permukaan tanah, itulah tandanya sawah harus segera dialiri air kembali.
Dengan mengubah kebiasaan dari "menggenangi" menjadi "mengatur" air, petani tidak hanya menghemat biaya pengairan dan tenaga kerja, tetapi juga panen menjadi lebih optimal karena akar tanaman tumbuh sehat dan kuat.